lapor PPh 23 online

Ini Adalah Cara Melaporkan Dengan Mudah Pph Pasal 23 Online Melalui E-Bupot

Teknologi yang berkembang semakin cepat, telah membuatnya lebih mudah bagi semua orang dalam segala hal. Termasuk di dunia perpajakan di mana Anda dapat melaporkan liabilitas pajak secara online. Era digitalisasi telah membawa udara segar untuk semua orang yang memiliki mobilitas tinggi di mana mereka dapat dengan mudah mengakses berbagai hal melalui dunia digital.

Dalam satu tangan, dalam pelaporan pajak seperti Pasal 23 pajak penghasilan, dapat dilakukan melalui layanan pajak e-bupot digital. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) bahkan telah mengharuskan pelaporan Pajak Penghasilan Pasal 23 untuk dilakukan melalui E-BUPOT sesuai dengan Direktur Jenderal Keputusan Pajak No. KEP-599 / PJ / 2019.

Pasal 23 Pajak Penghasilan adalah pajak yang dikenakan pada pendapatan pada modal, pemberian layanan, atau hadiah dan penghargaan, di samping mereka yang telah dipotong oleh Pajak Penghasilan Pasal 21. Laporan PPH 23 online adalah salah satu jenis wajib pajak adalah satu jenis (pemotongan atau koleksi) pajak penghasilan.

Ini berarti bahwa wajib pajak (WP) telah ditunjuk oleh undang-undang PPh dan juga peraturan implementasi harus melaksanakan pemotongan. Wajib pajak yang ditunjuk oleh undang-undang perpajakan disebut subjek pemotong pph. Sementara wajib pajak dikurangkan oleh PPH disebut subjek dipotong oleh PPh.

Dalam perkembangannya, objek Pasal 23 Pajak Penghasilan oleh Pemerintah telah ditambahkan hingga 62 jenis objek pajak lainnya sebagaimana dinyatakan pada PMK No. 141 / PMK.03 / 2015. Umumnya pendapatan semacam ini terjadi ketika transaksi antara dua pihak.

Penerima Penghasilan / Penjual atau Pemberi Layanan tunduk pada Pasal 23 Pajak Penghasilan. Sementara itu pendapatan / pembeli atau penerima layanan akan memotong dan melaporkan Pajak Penghasilan Pasal 23 ke Kantor Pajak.

Pasal 23 Pembayaran Pajak Penghasilan dilakukan oleh pemotong dengan menciptakan ID penagihan, maka Partai Pemotong membayarnya melalui bank persepsi (Teller Bank, ATM, fitur pembayaran pajak lainnya) yang telah disetujui oleh Kementerian Keuangan. Kematangan untuk pembayaran adalah tanggal 10, satu bulan setelah bulan pajak penghasilan pasal 23.

Sebagai bukti bahwa Pasal 23 Pajak Penghasilan telah dipotong, Partai Pemotong diharuskan untuk memberikan bukti 1 dan duplikat duplikat yang telah diselesaikan kepada pihak yang tunduk pada Pajak dan Bukti Piece / Duplikat saat lapor PPh 23 online. Saat ini, bukti pemotongan PPH Pasal 23 dapat dilakukan melalui e-bupot.

E-BUPOT adalah aplikasi resmi yang dirancang dan disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk menciptakan bukti pemotongan dan pelaporan pajak dalam bentuk dokumen elektronik. Bukti pemotongan dapat berupa periode PPH Pasal 23 atau Pasal 26. Kehadiran penerapan bukti pemotongan elektronik ini tentu lebih mudah untuk proses perpajakan.

Fitur E-BUPOT sangat memfasilitasi proses pelaporan SPT secara online dengan melaporkannya secara real time, langsung pada aplikasi yang tersedia. Langkah-langkah untuk melaporkan periode pph 23, yaitu sebagai berikut:

Langkah pertama, silakan masukkan akun DJP online Anda. Pastikan e-bupot dinaikkan.

Pilih layanan e-bupot. Anda kemudian akan diarahkan ke dasbor E-BuPotyang yang menampilkan daftar SPT yang telah dikirim dan bukti terdaftar.

Sebelum membuat potongan bukti, pastikan Anda telah menagih nama bukti pembayar pajak bukti, termasuk Nomor Identifikasi Wajib Pajak (NPWP). Untuk mengisi nama wajib pajak, klik Pengaturan untuk memilih penandatangan.

Jangan lupa untuk menandatangani status aktif pada wajib pajak yang dipilih sebelum menyimpan. Sebelum melaporkan periode waktu, Anda perlu membuat potongan bukti terlebih dahulu.

Untuk menyelesaikan pelaporan, Anda dapat mengklik PHP PHP. Kemudian pilih Pengaturan seperti Pasal 23. Setelah itu klik selesai pada saat Anda ingin melihat. Tetapi jika periode waktu Anda masih memiliki status pembayaran lebih sedikit, maka Anda harus menyelesaikan dengan bukti penyetoran pajak terlebih dahulu.

Laporkan SPT Masa 23/26 lebih mudah dengan klik pajak

Keuntungan dari e-bupot Klikpajak adalah memiliki manajemen pemotongan bukti dengan jumlah yang lebih mudah. Karena alurnya efisien dan ramah penggunaan (ramah pengguna). Anda juga dapat menghitung pajak secara otomatis pada PPH periode 23/26.

Pengiriman bukti pemotongan pajak dapat langsung ke lawan transaksi. Bukti pemotongan dan pelaporan periode PPH tidak perlu ditandatangani secara manual dengan tanda tangan basah.

Anda juga tidak perlu khawatir tentang kesalahan dalam penomoran bukti bukti, karena langkah-langkahnya sederhana dan terintegrasi dan dikelola oleh sistem DGT itu sendiri.

Bukti pemotongan dan bukti pelaporan disimpan dengan aman baik dalam PJAP dan DJPT, karena Klikpajak menggunakan teknologi cloud. Jadi tidak perlu khawatir tentang bukti pemotongan dan laporan bahwa pajak hilang jika ada kerusakan atau kehilangan komputer dan laptop.

Keamanan dan kerahasiaan data dijamin. Karena Klikpajak sudah disertifikasi ISO 27001 dari Badan Standar Internasional ISO yang menjamin standar keamanan teknologi informasi.

Keuntungan lain E-BuPot Klikpajak terintegrasi dengan sistem pembukuan jurnal oleh Mekari – perangkat lunak akuntansi online sederhana. Teknologi berbasis integrasi api lanjutan yang membuat pemrosesan data pajak dari bagian akuntansi (keuangan) lebih cepat dan lebih mudah.

Selain keunggulan di atas, E-BUPOT KLIKPAJAK juga memiliki kinerja yang dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan, kemudian dukungan pajak yang andal dan tutorial dalam penggunaan aplikasi yang terus diperbarui.

Satu hal lagi, fitur E-BUPOT KLIKPAJAK juga menyediakan data untuk kebutuhan rekapitulasi dan rekonsiliasi data faktur pajak pada transaksi yang dilakukan. Tunggu terlebih lagi, cara ini cara membuat bukti cut pph 23/26 di aplikasi e-bupot Klikpajak.

Leave a comment

All fields marked with an asterisk (*) are required