benjolan pada vagina

Kenali Berbagai Benjolan Pada Vagina Beserta Penyebabnya

Sebenarnya ada berbagai faktor yang menjadi penyebab timbulnya benjolan pada vagina. Sebagian Wanita yang mengalami kondisi ini kerap merasa panik. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan juga bahwa benjolan tersebut menjadi indikasi adanya penyakit yang serius.

Tapi kamu tidak perlu panik, karena benjolan di bagian vagina merupakan masalah umum yang dialami oleh Wanita dewasa. Ada berbagai jenis benjolan di vagina yang masing-masingnya memiliki ciri khas tersendiri.

Nah, secara kebetulan juga pada kesempatan kali ini akan membahas seputar berbagai jenis benjolan di vagina beserta penyebabnya. Maka dari itu, simaklah baik-baik ulasannya di bawah ini.

Ruam

Apabila kamu mengalami eksim dan psoriasis, maka ruam tersebut akan menjalar ke bagian tubuh lainnya termasuk area vagina. Pada umumnya, masalah ruam ditandai dengan kulit yang terasa gatal-gatal dan kemerahan.

Tentu saja kondisi ini dapat mengganggu aktivitas karena kamu ingin selalu menggaruk-garuk area yang gatal. Untuk mengatasi masalah ruam tersebut, maka kamu bisa mengobatinya dengan menggunakan krim steroid.

Herpes

Herpes merupakan salah satu jenis penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi virus HPV, akibat melakukan hubungan intim yang tak sehat seperti sex oral (memasukan kelamin ke dalam mulut).

Akan tetapi, biasanya penyakit herpes memiliki gejala ringan sehingga tidak disadari oleh si penderitanya. Adapun mengenai berbagai gejala umum dari penyakit herpes, mulai dari timbulnya rasa gatal, benjolan merah seperti jerawat, dan benjolan seperti bisul.

Kista

Dalam bidang medis, menyebutkan bahwa ada beberapa jenis kista yang kerap muncul di area vagina. Jenis-jenis kista yang dimaksud seperti berikut:

  • Kista Sebasea

Kista Sebasea biasanya disebabkan karena sering menggunakan celanda dalam yang ketat, sehingga vagina tidak mendapatkan udara segar yang diperlukannya. Bukan hanya, ruang pengap yang terus-terusan di area vagina serta gesekan secara intens pada pakaian juga dapat memicu pertumbuhan Kista Sebasea.

Pada umumnya, Kista Sebasea berupa benjolan berwarna putih seperti jerawat yang didalamnya berisikan cairan. Itu sebabnya, mengapa si penderita Kista Sebasea tidak menyadari benjolan yang ada di area vaginanya adalah jerawat biasa.

  • Kista Bartholin

Sebenarnya setiap Wanita memiliki kelenjar di setiap sisi lubang vagina yang berperan untuk mengluarkan cairan pelumas.

Akan tetapi, terkadang bukaan kelenjar tersebut mengalami penyumbatan sehingga memicu pengumpulan cairan di dalam kelenjar. Meski akan terjadi benjolan di vagina, Kista Bartholin ini sama sekali tidak menimbulkan rasa sakit.

Namun, jika Kista Bartholin mengalami infeksi maka akan memicu rasa sakit karena didalamnya terdapat nanah.

  • Kista Inklusi Vagina

Jenis kista berikutnya yang menjadi pemicu benjolan di area vagina, yakni Kista Inklusi Vagina. Kista yang satu ini biasanya disebabkan oleh persalinan, operasi vagina, hingga trauma.

Adapun bentuk Kista Inklusi Vagina yang terlihat sangat kecil dan kerap muncul di bagian bawah dinding vagina. Umumnya Kista Inklusi Vagina tidak menimbulkan gejala seperti rasa sakit maupun gatal.

Namun setelah ukuran benjolannya semakin membesar dan menekan organ lain, maka di sarankan untuk segera mengunjungi dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Kanker Vulva

Kasus Kanker di bagian vulva dan vagina memang jarang terjadi. Kendati demikian, kanker vulva biasanya dialami oleh Wanita yang perokok aktif. Bukan hanya itu, Wanita yang pernah mengalami kutil kelamin juga sangat berisiko terkena kanker di bagian vagina.

Leave a comment

All fields marked with an asterisk (*) are required