Investasi online

Mengenal Fintech Peer To Peer Lending Pinjaman Bersama Dengan Keunggulan Dan Risiko Di Sini

Dalam dua tahun terakhir istilah “inklusi keuangan” dan “peer to peer lending” sedang dibahas di Indonesia. Menurut Bank Indonesia, istilah inklusi keuangan sebenarnya mulai populer sejak krisis ekonomi global pada tahun 2008. Pada saat itu dunia menyoroti dampak krisis ekonomi kepada masyarakat di tingkat dasar piramida (BOP).

Menurut Bank Indonesia belum ada standar definisi standar dan standar yang digunakan di mana saja. Kami mengambil definisi Tugas Tindakan Keuangan (FATF) mengenai inklusi keuangan, yaitu:

FINANCIAL INCLUSION INVOLVES PROVIDING ACCESS TO AN ADEQUATE RANGE OF SAFE, CONVENIENT AND AFFORDABLE FINANCIAL SERVICES TO DISADVANTAGED AND OTHER VULNERABLE GROUPS, INCLUDING LOW INCOME, RURAL AND UNDOCUMENTED PERSONS, WHO HAVE BEEN UNDERSERVED OR EXCLUDED FROM THE FORMAL FINANCIAL SECTOR

Dari pemahaman di atas, kita melihat usaha kecil dan menengah (UKM) sebagai bagian dari kelompok rentan yang saat ini masih belum dilayani oleh sektor keuangan formal. Menurut OJK, jumlah dana yang dibutuhkan oleh UKM tetapi tidak dilayani oleh sektor keuangan formal adalah Rp. 900 triliun setiap tahun. Di sinilah peran perusahaan peer to peer fintech seperti Amartha dapat membantu mewujudkan bisnis investasi tepercaya juga inklusi keuangan.

Apa peer peer lending

Peer mengatakan, menurut kamus Cambridge, memiliki arti dari seseorang yang memiliki status atau kemampuan yang sama dalam suatu kelompok. Peer to peer berarti interaksi langsung antara dua orang yang memiliki status atau kemampuan yang sama. Dalam kasus peer to peer lending, kedua orang ini berinteraksi secara langsung tanpa intervensi lembaga keuangan dalam melakukan kegiatan pinjaman untuk meminjam uang / dana. Biasanya peminjam menawarkan minat yang menarik sehingga pemberi pinjaman akan meminjamkan dana mereka sebagai manfaat ekonomi.

Peer to Peer Lending menggunakan prinsip-prinsip crowdfunding, yaitu penggalangan dana dari masyarakat untuk mencapai tujuan tertentu, dalam hal ini untuk pinjaman bisnis terhadap UKM. Karena berbasis kerumunan atau komunitas, ada kemungkinan bahwa dalam kesempatan untuk pinjaman bisnis akan didanai oleh ratusan investor kerumunan.

Kelebihan dan risiko peer to peer lending

Investasi online Peer to Peer Lending Terdaftar di OJK memiliki banyak manfaat baik untuk pemberi pinjaman dan peminjam. Pemberi pinjaman dapat membuat pinjaman P2P sebagai alat untuk mengembangkan dana baru, karena dana pinjaman akan dikembalikan dalam jumlah yang lebih besar. Di satu sisi, peminjam akan memiliki akses baru untuk mendapatkan dana pinjaman.

UMKM di Indonesia yang pada kenyataannya adalah dalam bentuk bisnis informal, tidak memiliki dokumentasi lengkap yang diminta oleh sektor keuangan formal, dan tidak memiliki jaminan tanah & bangunan tentu dapat dibantu oleh kehadiran peer peer lending. Alternatif pendanaan baru ini dapat membantu memajukan pengembangan UKM yang merupakan pengemudi ekonomi Indonesia.

Menurut peristiwa pengembalian tinggi berisiko tinggi, pada setiap suku bunga, tentu saja ada risiko mengintai. Pada peer to peer lending, risiko terbesar adalah pada kemampuan pengembalian uang pinjaman. Biasanya setiap platform investasi UMKM syariah peer to peer lending memiliki sistem penilaian kredit yang digunakan untuk menganalisis apakah peminjam memiliki kemampuan pengembalian pinjaman atau tidak. Tingkat risiko ini biasanya diinformasikan kepada calon pemberi pinjaman pada platform pinjaman peer to peer sehingga mereka dapat membuat keputusan yang tepat.

Cara meminimalkan risiko peer to peer lending

Tentu saja, untuk membantu lebih banyak UKM sebagai peminjam, tentu saja membutuhkan lebih banyak investor kerumunan sebagai pemberi pinjaman. Untuk menarik minat pada peer to peer lending, yang paling penting untuk dilakukan adalah meminimalkan tingkat risiko.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan, di samping platform peer peer peer peer, hal lain yang perlu diperhatikan adalah menciptakan sistem penilaian kredit yang kuat atau akurat. Biasanya penilaian kredit untuk pinjaman bisnis dilakukan dengan melihat banyak aspek seperti melihat situasi arus kas calon peminjam, melihat profitabilitas, dan perilaku dalam kredit.

Ada banyak cara lain yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko dan menumbuhkan kepercayaan prospektif pemberi pinjaman, termasuk enam hal yang dilakukan oleh Amartha untuk membuat peer to peer pinjaman sebagai cara mengembangkan dana yang aman.

Bagi Anda yang belum pernah melakukan dana dalam peer to peer pinjaman atau memiliki bisnis yang menguntungkan dan membutuhkan pinjaman bisnis, mari kita coba daftar Amartha.

Investasi Laba 15% dari 1 juta CEO Amartha UMKM

PT Amartha Mikro Fintek (Amartha), sebagai perusahaan teknologi keuangan yang berfokus pada mendistribusikan modal bisnis untuk UMKM, telah berhasil menjangkau satu juta pengusaha mikro wanita di daerah pedesaan melalui akses modal, dengan mempertahankan kualitas pinjaman yang sangat baik sebagaimana dibuktikan dengan perolehan stabil. NPL di bawah 0,5% sejak Juni 2020.

Prestasi ini adalah hasil kolaborasi dengan banyak pihak, mulai dari penyandang dana kelembagaan dari sektor perbankan, hingga individu yang telah mendistribusikan dana mereka melalui Amartha.

Untuk pencapaian ini, Amartha meluncurkan CEO UMKM #100RibuSejutaPeluang, kampanye yang berisi undangan ke Millennial untuk mendukung pertumbuhan perempuan melalui pendanaan di Amartha. Untuk mempercepat keterlibatan milenium, Amartha menyediakan fitur crowdfunding, fitur yang memungkinkan pelampung untuk menyediakan modal bisnis dari 100 ribu rupiah kepada mitra UMKM.

Leave a comment

All fields marked with an asterisk (*) are required